Sabtu, 31 Juli 2010

Sambutan Kakanwil

1.    Sapaan – Sapaan :
Yang terhormat :     Para Kepala Kandepag 
                Ibu Ketua DW Persatuan Unit Agama      
                Para Kepala Bidang di lingkup Kanwil
                Para Pembimas Hindu dan Budha
                Pgs Pembimbing Zakat Wakaf
                Pgs Ibu Kabag Tata Usaha
                Panitia Penyelenggara OC dan SC
                Para Undangan
                Hadirin dan seluruh peserta Rakerda

2.    AJAKAN SYUKUR
Hari ini kita mengawali kegiatan rapat kerja daerah yang sudah lama kita rindukan. Puji Tuhan, apa yang kita tunggu   hari ini tergenapi. Dalam  tiga hari ke depan     kita  akan bergumul dengan persoalan yang belakangan terasa sepertinya dijegalkan ke atas pundak kita. Kita lihat, hadapi, rasakan dan kita sendiri mengalami langsung bagaimana tanggung jawab pelayanan kita kepada masyarakat semakin menuntut kita untuk bekerja ekstra keras agar  “clean governance and good government”  sebagai salah satu eksplisitasi dari PAKTA INTEGRITAS yang sudah kita sepakati pada  Desember 2006 silam secara bertahap dapat kita wujudkan. Karena itu saya ajak semua kita menaikan syukur dan pujian  ke hadiratNya teristimewa atas segala bimbingan dan penyertaanNya sehingga kita boleh diperkenankan melaksanakan pekerjaan yang diberikan Negara kepada kita melalui DIPA 2007 dan tahun-tahun sebelumnya  dengan sukses. Saat ini kita  memasuki bulan pertama   tahun 2008, tahun yang menyimpan seribu satu tantangan, kecemasan, dan harapan yang terbentang luas di depan kita.

3.    RAKER  : KESEMPATAN REFLEKSI DAN INTROSPEKSI DIRI
Kalau kita hari ini mulai ber-raker sebenarnya kita menjawab tuntutan masyarakat yang kian mendesak agar kita mengikuti irama permintaan mereka. Kita tidak bisa menantang arus perubahan yang kian besar melanda kita- Arus globalisasi dan semua dampaknya   membuat kita untuk tidak memperahankan “Statusquo” tetapi  harus bersikap inklusif dengan irama perubahan yang sedang kita hadapi. Suatu kondlsi yang sudah “given”. Inilah ciri khas dinamika sebuah kehidupan. Kita harus ikut berubah dengan perubahan jaman (Bdk dengan pendapat Filsuf Yunani : Heraclitos : “Dunia ini terus berubah, yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Hemat saya inilah esensi dari kehidupan adalah perubahan. Sebagai aparatur yang ikut bermain dalam pentasan drama akbar  kalau kita memahami dunia adalah sebuah panggung sandiwara (seperti kata penyanyi Jennie Jayusman “Dunia adalah panggung sandiwara”), maka Rapat Kerja ini saya anggap moment yang paling tepat  untuk menata kembali acting kita apakah sudah sesuai dengan “skenario” yang dimaksudkan oleh Sang Sutradara Agung yang memilih dan mengutus kita  melayani umatNya di tengah dunia yang terus berubah ini.
Kalau begitu Rapat Kerja ini adalah bagian integral dari sebuah sistim managemen modern dimana rumusan “POAC” planning, organizing, actuating dan controlling  harus kita lewati untuk menemukan esensi perutusan kita. Refleksi dan introspeksi diri hukumnya wajib agar kita tidak terjerumus ke dalam ekstrim lain melihat pekerjaan kita sebagai sesuatu rutinitas belaka.
Rupanya Rapat Kerja ini sudah sangat mendesak karena seingat saya sudah tiga tahun terlewati dan kini memasuki tahun keempat kita belum pernah melakukan Rapat Kerja seperti  sedia kala di tahun – tahun silam.

4.    RAKER MENGAKOMODIR HARAPAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT BERAGAMA NUSA TENGGARA TIMUR
Ketika saya dilantik pada tanggal 7 Desember 2007 yang lalu oleh Menteri Agama RI bersama tiga pejabat eselon II lainnya, bapak Menteri Agama RI H. M. Maftuh Basyumi mengingatkan agar : kondisi kerukunan hidup beragama di NTT yang sudah sangat kondusif hendaknya terus dibina dan ditingkatkan pembinaannya agar dari NTT ini boleh menebarkan aroma keharuman kerukunan seharum cendana wangi  ke seluruh pelosok nusantara. Dan ketika menghadiri rapat evaluasi kerukunan oleh tim FKUB tingkat Provinsi NTT pada 27 Desember 2007 dititipkan oleh salah seorang anggota Forum mengatakan “Pak Kakanwil,  Republik ini cuma satu, jangan menciptakan lagi negara dalam negara !”
Sebab itu tidak berlebihan saya tegaskan bahwa TIGA PILAR itu bukan untuk menyaingi program tiga batu tungku gubernur NTT pada periode lalu, melainkan sebuah bentuk akuntabilitas publik yang coba mengakomodiri harapan atasan kita nomor 1 di departemen agama : bapak Menteri Agama RI dan tokoh masyarakat NTT dalam acara jumpah pendapat  tim FKUB dan Pemerintah Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu.
Ketiga pilar itu saya anggap penting sebagai payung atau rambu-rambu untuk melancarkan pelaksanaan tugas dan fungsi (tusi dan bukan tupoksi, karena tupoksi diterjemahkan tugas pokok dan fungsi, kerap diplesetkan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi menjadi asal-asalan dengan mengatakan pokoknya tugas, pokonya selesai dikerjakan, pokoknya jadi apa yang yang diminta dengan tidak mem[perhitungkan sebab akibat, tanpa merenungkan secara mendalam, pokoknya jadi, Karena itu sejak sekarang kita gunakan tugas dan fungsi dengan akronimnya TUSI dan bukan TUPOKSI, agar  kita masing-masing melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab baik jalur struktural maupun jalur fungsional sekolah-sekolah Madrasah kita. Ketiga pilar ini saya minta   untuk dijabarkan secara sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran kanwil departemen agama prov NTT mulai dari Kanwil hingga kandepag kabupaten/kota dan satker-satkernya sejumlah 57 buah.
Saya  yakin bila kita pedomani serius mulai dari penataan 13 langkah manajemen perkantoran yang efektip dan efisien dibarengi upaya menggalang kebersamaan melalui berbagai kegiatan yang bersifat inovasi kita menemukan jati diri kita sebagai sebuah kekuatan raksasa melalui 2000 an pegawai yang tersebar di seluruh flobamora siap menyukseskan berbagai program pemerintah dan pembangunan bidang agama kepada masyarakat beragama di seluruh NTT.  Dan bersama mitra utama kita pimpinan lembaga agama dan instansi pemerintah dalam pilar menata jejaringan kerja baru, kita sanggup menghilangkan stigmatisasi “Republik ini hanya satu. Jangan lagi menciptakan negara dalam negara”. Dan dengan upaya yang terus-menerus meningkatkan kerukunan kita sanggup mewujudkan mimpi akbar kita  NTT 2010 “ masyarakat agamis, rukun mengharum”. Karena itu saya ajak kita untuk selalu   bersikap dewasa dan berjiwa besar, dan cerdas mengemas program dan kegiatan yang sungguh menyentuh kemaslahatan orang banyak. Tidak usah rasionalisasi, karena dengan rasionalisasi kita sebenarnya telah gagal untuk memulai sesuatu yang baik. Banyak orang pintar di dunia ini, tetapi sedikit sekali yang cerdas, yang sanggup membangun sinergisitas antara kecerdasan fisik, intelektual, emosi dan spiritual.
Itu sebabnya saya minta Panitia Rakerda untuk menyiapkan bahan-bahan raker kita untuk direfleksikan secara tulus dengan pendekatan hati nurani seluruh evaluasi kegiatan kita di tahun-tahun silam dalamnya implisit sudah termasuk hasil-hasil “facts finding”, pidato HAB Menteri Agama RI, Jabaran Tiga Pilar, dan infomasi seputar pembangunan Nusa Tenggara Timur oleh Wagub NTT Drs Frans Lebu Raya. Kemasan  materi tambahan dari Kanwil DJA mengingatkan kita untuk secara transparan dan akuntabel menggunakan keuangan   negara sebagai sarana pelancar kegiatan yang kiranya tidak salah dalam pengadministrasiannya. Dengan demikian PAKTA INTEGRITAS yang akan kita sepakati dan tanda tangan pada akhir kegiatan ber-raker kita kiranya pada akhirnya membuat kita boleh menarik nafas lega  telah sampai pada batas final tanpa  ada cacat cela.

5.    SELAMAT BER-RAKER !
Tiga hari kita berkumpul, saya minta untuk gunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya,  tidak sekedarnya kita ber-raker melainkan menemukan akar permasalahannya, sehingga solusi yang kita ambil dalam bentuk program dan kegiatan tepat sasar, tepat guna sesuai kebutuhan dan keinginan masyarakat yang kita layani.
Kepada Panitia saya minta untuk memfasilitasi maksimal dan terlibat penuh dalam seluruh proses ber-raker, sejak awal, tengah dan akhir kita ber-raker.
Kepada seluruh peserta raker, saya berpesan, untuk melakukan dengan penuh kesungguhan, karena kita sudah tinggalkan tempat tugas dari ujung Labuan Bajo, sampai Alor, hingga Sabu Rote di selatan, dengan biaya besar agar hasil raker pun optimal untuk kita bawa pulang dan selanjutnya kita jabarkan dalam pelayanan kita di  tengah masyarakat.
Akhirnya dengan memohon dukungan doa restu saudara-saudariku semua, seraya memohon kehadiran dan penyertaan Tuhan mulai dari awal tengah dan akhir kita ber-raker,  dengan ini saya nyatakan RAPAT KERJA DAERAH KANWIL DEPARTEMEN AGAMA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR DIBUKA SECARA RESMI.
------- (palu diketuk tiga kali)-----------
Sekian, terima kasih, Tuhan memberkati.

                            Kupang, 28 Januari 2008
                                KEPALA KANTOR WILAYAH
                                DEPARTEMEN AGAMA PROV NTT


                                DRS. SEGA FRANSISKUS, Msi
                                NIP :  150 233 349

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar